Slideshow

HUT RI DAN MA RI KE-68 DI PA MUARA ENIM



Upacara HUT RI ke-68 di halaman gedung Pengadilan Agama Muara Enim

MuaraEnim|pa-muaraenim.net
Sabtu (17/08/2013) Pengadilan Agama Muara Enim seperti biasanya setiap tahun pada tanggal 17 Agustus dilaksanakan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Tanggal 17 Agustus 2013 ini bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-68 tahun.  Bertindak selaku inspektur upacara adalah Plt. Wakil Ketua Pengadilan Agama Muara Enim Drs. Nizaruddin dan komandan upacara Fanani serta diikuti para Hakim, Pejabat Stuktural dan Fungsional serta tenaga honorer.

Dalam sambutannya Pembina Upacara, Drs. Nizaruddin menyampaikan pentingnya mengingat kembali cetak biru pembaharuan badan peradilan tahun 2010-2035 dengan Visi kedepan : “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG” dan dengan pencapaian sasaran yang dalam cetak biru tersebut memerlukan semangat perubahan dalam diri setiap insan Badan Peradilan untuk melaksanakan 4 (empat) Misi Peradilan, yaitu :
1.      Menjaga kemandirian Badan Peradilan.
2.      Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan.
3.      Meningkatkan kualitas kepemimpinan Badan Peradilan.
4.      Meningkatkan kredibilitas dan transparansi Badan Peradilan.


Peserta Upacara HUT RI ke-68 yang terdiri dari Hakim, Pejabat Stuktural dan Fungsional serta honorer

Kemudian pada Senin nya dilanjutkan upacara sederhana HUT MARI ke-68 di kantor Pengadilan Agama Muara Enim, sebagai Pembina Upacara Panitera/Sekretaris Drs. Efendi dengan menyampaikan Pidato Ketua Mahkamah Agung RI pada tanggal 19 Agustus 2013: “DENGAN KEBERSAMAAN DAN KETERBUKAAN MENUJU PERADILAN MODERN”

HUT MARI ke-68 di Pengadilan Agama Muara Enim

Hal ini pentingnya menjaga kepercayaan publik kepada Mahkamah Agung dan institusi peradilan pada umumnya.  Sudah menjadi hukum alam, bahwa kepercayaan adalah yang harus diperoleh dari proses panjang, namun dapat hilang sekejap, dan Pengadilan adalah institusi yang bekerja atas basis kepercayaan. Meskipun banyak sudah parameter statistik, dan kinerja dapat dikembangkan untuk mengkuantifisir kinerja yang dilakukan badan peradilan, namun pada akhirnya, yang paling adalah bagaimana public melihat institusi ini menjalankan fungsinya sebagai benteng terakhir pencari keadilan (sumber: Pidato Ketua Mahkamah Agung RI).


Kita berharap semoga dengan peringatan ini akan memberikan motivasi dan meningkatkan kinerja kita dalam mengisi kemerdekaan bangsa kita dan juga itu semua semoga dapat mewujudkan Visi dan Misi Mahkamah Agung menuju Badan Peradilan yang Agung (Darman).