Slideshow

Kegiatan

Pengadaan CPNS Mahkamah Agung Wilayah Sumsel

Kegiatan

Kegiatan PTA Palembang

Kegiatan PTA Palembangl

Kegiatan Pelantikan Hakim TInggi PTA Plg

Kegiatan PTA Palembang

Kegiatan Pelantikan PNS PTA Palembang

Kegiatan PTA Plg

Kegiatan PTWP

DIRJEN BADILAG Drs. H. Abdul Manaf, S.H., M.H. MEBUKA SECARA RESMI TURNAMER TENNIS PTWP PTA PALEMBANG CUP IV TAHUN 2015 DI PALEMBANG

Pertandingan bergengsi dua tahunan dilingkungan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang yaitu Pertandingan Tenis antar Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang yang merebutkan Piala Bergilir PTA Palembang CUP yang dilaksanakan.di kota palembang. Kali ini Pengadilan Agama Palembang menjadi Tuan Rumah atau penyelenggara dari kegiatan pertandingan ini, Kegiatan ini dimulai dari tanggal l 23 s.d 24 Mei 2015.

Pembukaan dan pelaksanaan pertandiangan ini di laksanakan di Gelora Sriwijaya Palembang pada pukul 7.00 WIB . yang dihadiri oleh Dirjen Badan Peradilan Agama, Perwakilan Walikota Palembang serta peserta kontigen dari pengadilan agama Sewilayah PTA Palembang, dan PELTI dari Pemerintah Kota Palembang, serta warga Pengadilan Tinggi Agama Palembang dan Pengadilan Agama Palembang .




.
 

 







 


 








 















SEKRETARIS BADILAG SIDAK DI PENGADILAN TINGGI AGAMA PALEMBANG




pta-palembang.net| 15/05/2015
Palembang -  Jum'at 15 Mei 2015 . Warga PTA Palembang di buat kaget oleh Sekretaris Badilag Tukiran, SH.MH  yang berkunjung ke Pengadilan Tinggi Agama Palembang secara mendadak alias Sidak. Beliau datang langsung  di sambut oleh Panitera / Sekretaris PTA Palembang Drs. Syafruddin , Pak Sekretaris lasngsung mengajak Keliling dari Ruangan  Kepegawaian memeriksa Absensi Pegawai, ruangan Hakim samapai ke Kamar Mandi. 







RAPAT KOORDINASI PANITERA SEKRETARIS DENGAN SELURUH PEJABAT DAN STAF JAJARAN PTA PALEMBANG





pta-palembang.net -  Senin 11 Mei 2015 bertempat di aula PTA dalam rangka sosialisasi hasil rakor Dengan KMA tang gal 6-8 Mei 2015 di Ancol tentang Evaluasi pelaksanaan anggaran 2015 dan program kerja 2016, dan hasil Munas IPASPI.

Pansek PTA Palembang Drs.Syafruddin menyampaikan bahwa untuk memberikan Pengadilan yang baru dan Modern Pengadilan harus memberikan dan meningkatkan Pelayanan. Beliau juga menekankan bahwa Peningkatan layanan merupakan hal yang wajib, kedepan kesiapan Petugas Meja Informasi dalam memberikan layanan lebih baik, ruang ruang seperti ruang Mediasi, ruang menyusui , kamar kecil/Toilet  Tersedia dengan baik, Sket dan Petunjuk Ruang Pengadilan serta Alur Berperkara harus ditata dengan baik . Kedepan Panitera dan Sekretaris akan di pisah dimana Wakil Sekretaris yang akan menjadi Sekretaris akan melaksanakan fit dan proper test.. 
Apabila ini terpenuhi semua mudah-mudahan kesejahteran Aparatur Pengadilan dapat di tingkatkan. ammin 

Rapat Koordinasi dan konsultasi evaluasi pelaksanaan anggaran 2015 dan rencana kerja tahun 2016  pada tanggal 6-8 Mei 2015 di Mercure Convention Centre Ancol yang dihadiri oleh Eselon I dan II Mahkamah Agung, Para Panitera/ Sekretaris Tingkat Banding di 4 Lingkungan Peradilan se-Indonesia dan Panitera/Sekretaris Tingkat Pertama  di 4 Lingkungan Peradilan se DKI Jakarta. 



PERAYAAN HUT IKAHI 62 DI SUMATERA SELATAN

Palembang.net|20 Maret 2015
Palembang - Tepat tanggal 20 Maret 2015 Warga Peradilan di seluruh Indonesia Merayakan Hari Ulang Tahun Ikatan Hakim Indonesia yang Ke 62. Untuk di Sumatera Selatan di Kota Palembang  HUT IKAHI di laksanakan di Jakabaring yang di hadiri oleh 4 Lingkungan Peradilan yaitu Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Pengadilan Militer dan Pengadilan Tata Usaha Negara. 


  Dalam Memperingi HUT IKAHI ke 62  dilakukan dengan bebagai kegiatan seperti pemotongan Nasi Tumpeng,Senam Bersama, Makan Pagi Bersama, Pembagian Door Prize dan Doa Bersama. HUT IKAHI ini diperingati selain untuk bersilahturahmi juga untuk menginkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan. SELAMAT ULTAH IKAHI KE 62 SEMOGA JAYA SELALU










PELANTIKAN WAKIL KETUA ,PURNABAKTI HAKIM TINGGI DAN PELEPASAN KARYAWAN PTA PALEMBANG

Pta-palembang|291214
Palembang -  Pada Hari Senin Tanggal 29 Desember 2014 bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Palembang Pelaksanaan Pelantikan Wakil Ketua PTA Palembang, Purna Bhakti Hakim Tinggi dan Pelepasan Karyawan PTA Palembang. Acara yang di hadiri oleh Karyawan/ti , Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Hakim Tinggi PTA Palembang serta para Ketua Pengadilan Agama Sewilayah PTA Palembang . PTA Palembang Melatik Drs.H. Mardiana Muzhaffar S.H., M.H,, Purna Bhakti Hakim Tinggi Drs.H. Fakhrurrozi Harli, M.H. dan Pelepasan Karyawan Kodri,SHi.
Acara di mulai dengan Pelantikan Wakil Ketua Pegadilan Tinggi Agama  Palembang yaitu Drs.H. Mardiana Muzhaffar S.H., M.H.sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI No.184/KMA/SK/XI/2014 tanggal 21 November 2014 mengangkat menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Palembang yang sebelumnya menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara.
Setelah Acara Pelantikan Wakil Ketua PTA Palembang di lanjutkan dengan acara purna bhakti Hakim Tinggi PTA Palembang a.n Drs.H. Fakhrurrozi Harli, M.H yang telah memasuki masa purnabhakti sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor :10/PENS Tahun 2014 tanggal 2 September 2014.  dan Pelepasan Karyawan a.n Kodri, SHI sesuai dengan Surat Keputusan Ketua PTA Palembang No.W6-A/1430/KP.01/XI/2014 tanggal 21 November 2014 yang di promosikan menjadi Kepala Urusan Pengadilan Agama Kayuagung.
Dalam Sambutan Ketua PTA Palembang Drs.H. Abdurrahman HAR, SH. Mengucapkan Selamat datang kepada Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang yang baru di lantik,dan mengucapkan selamat mamasuki masa Purna Bhakti untuk Drs.H. Fakhrurrozi Harli, M.H serta mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya. Kepada Kodri,SHI yang mendapatkan Promosi selamat menjalankan tugas semoga di tempat kerja yang baru lebih sukses lagi.







PEMBINAAN TEKNIS OLEH KETUA MAHKAMAH AGUNG RI DI PALEMBANG

PEMBINAAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI JUSTISIAL DENGAN PARA KETUA, WAKIL KETUA, HAKIM PANITERA/SEKRETARIS PENGADILAN TINGKAT BANDING DAN TINGKAT PERTAMA PADA 4 (EMPAT ) LINGKUNGAN PERADILAN SEWILAYAH SUMATERA SELATAN, BANDAR LAMPUNG DAN BANGKA BELITUNG OLEH KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA


pta-palembang.net|08/12/2014
Palembang - Senin 08 Desember 2014b Pembinaan Teknis Dan Administrasi Justisial Dengan Para Ketua, Wakil Ketua, Hakim Panitera/Sekretaris Pengadilan Tingkat Banding Dan Tingkat Pertama Pada 4 (Empat ) Lingkungan Peradilan Sewilayah Sumatera Selatan, Bandar Lampung Dan Bangka Belitung Oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia dibuka secara langsung. Kegiatan di hadiri oleh Para Ketua, Wakil Ketua, Hakim Panitera/Sekretaris Pengadilan Tingkat Banding Dan Tingkat Pertama Pada 4 (Empat ) Lingkungan Peradilan Sewilayah Sumatera Selatan, Bandar Lampung Dan Bangka Belitung ternasuk Ketua Pengadilan Tinggi DR. Nommy  H.T Siahaan, SH., MH dan  Ketua PTA Palembang Drs.Yasmdi, SH.
Para Peserta dari Empat Lingkungan Peradilan

Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia DR.H. Muhammad Hatta Ali , SH., MH dalam pembinaannya di dampingi oleh  Wakil Ketua Ma Bid Yudisial, Wakil Ketua Non Yudisial, Ketua Kamar , Pengawasan Ketua Kamar Militer Ketua Kamar TUN dan Ketua Kamar Perdata. Peserta yang terdiri dari  4 Lingkungan Peradilan dibawah Mahkamah Agung yaitu dari Peradilan Umum, Agama, Tata Usaha Negara dan Militer.

Sekretaris Mahkamah Agung Memberikan Pembinaan dan Arahan 
Ketua Mahkamah Agung RI dalam pembinaan lebih memfokuskan mengenai Surat Edaran Ketua Mahkamah Agung Nomor : 1 Tahun 2014 tentang perubahan atas surat edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2010  Tentang Dokumen Elektronik sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali. Dan fokus yang kedua mengenai Keputusan Panitera Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 821/PAN/OT.01.3/VI/2014 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelola dan Pengiriman Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan.

Di sesi selanjutnya Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nurhadi,SH., MH yang di dampingi oleh Panitera Mahkamah Agung, Direjen Badilum, Dirjen Badilag, Dirjen Badilmiltun, Kepada Badan Pengawasan Mahkamah Agung dan Kepala Balitbang Diklat Kumdil yang memberikan pembinaan yang lebih mendalam mengenai materi yang di sampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia di sesi sebelumnya.



Kegiatan ini berlangsung sangat tertib dan penuh semangat baik peserta maupun Pimpinan dari Mahkamah Agung. Tak luput kami dari  Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Agama Palembang Mengucapkan Selamat Datang Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia beserta Rombongan di Bumi Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan."

ENERGI AKTIF SEBUAH VISI



ENERGI AKTIF SEBUAH  VISI
IRSYADI, S.Ag.M.Ag
( Wakil Sekretaris PTA Palembang )

Sebuah cita cita atau sebuah perencanaan dan pekerjaan yang akan dilaksanakan bila tidak memiliki visi yang jelas maka pekerjaan tersebut dipastikan  tidak selesai atau mungkin selesai tetapi tidak maksimal. Pekerjaan yang memiliki visi dengan eksekusi misi misi yang jelas maka kecil kemungkinan lubang lubang kegagalan akan terjadi. Wajarlah orang Jepang memegang prinsip ““Vision  without work is a daydream, work without vision is a nightmare” Visi tanpa kerja adalah khalayan/lamunan, bekerja tanpa visi adalah mimpi buruk.

Seorang Ketua, pimpinan di sebuah kantor Pengadilan masuk keruang Hakim yang sedang menggarap sebuah putusan.
Hakim yang pertama ditanya sang Ketua, “Pak, Apa yang sedang Bapak kerjakan.
Hakim tersebut menjawab menyusun dan mengonsep Putusan pak Ketua. Demikian jawaban Hakim yang pertama, persis memang seperti apa yang sedang ia lakukan yaitu mengonsep putusan.
Ketua Pengadilan kemudian ke Hakim yang ke-dua dan iapun mengajukan pertanyaan yang sama, persis seperti apa yang memang sedang ia kerjakan mengonsep dan menyusun putusan, “ Pak, Apa yang sedang Bapak kerjakan?, kali ini jawaban Hakim ke-dua agak sedikit berbeda. “ Saya sedang membuat  kontruksi sebuah putusan, “bahkan Hakim ke-dua ini pun bisa menjelaskan argumentasi, dan dasar hukumnya dan waktu selesainya putusan itu dibuat.
Terakhir, Ketua menghampiri Hakim yang ke-tiga dan kembali bertanya,”Pak, Apa yang sedang Bapak kerjakan?, Maka Hakim yang ke-tiga menjawab, “ saya sedang membuat sebuah Putusan mahakarya  Pak Ketua. Selain itu, hakim yang ke-tiga bisa menjelaskan duduk persolanya jelas dan terukur, meletakan konstruksi hukum dengan argumentasi atau logika hukum yang tak bisa terbantahkan dan Hakim ini mampu mengilustrasikan bila putusan ini selesai akan menjadi karya indah untuk lembaga ini dan mampu mengangkat kepercayaan terhadap lembaga ini.
Dari ke tiga Hakim  terasebut, mana yang menurut anda akan bekerja atau melahirkan Putusan dengan lebih baik? Jawababnnya tentu saja Hakim  yang ketiga. Mengapa? Apa yang membedakan Hakim pertama , kedua dan ketiga?
Jawabannya adalah  sebuah “VISI”.
1.      Hakim yang pertama (kerja tanpa visi).
Hakim yang bekerja tanpa visi yang jelas hanya akan menghasilkan lembaran-lembaran putusan yang tiada guna dan manfaat bagi proses penegakan hukum (law enforcement) yang baik kepada masyarakat pencari keadilan, sebab putusan yang dihasilkan oleh hakim yang bekerja tanpa visi tidak akan menciptakan ketenteraman, kebahagian, keadilan, kepastian hukum bagi masyarakat pencari keadilan, Oleh karenanya kemungkinan besar Putusan yang dibuat tersebut tidak akan sejalan lagi dengan   salah satu tujuan hukum yaitu the greatest happiness for the greatest numbers (memberi kebahagiaan sebesar besarnya kepada seluruh anggota masyarakat). Justru sebaliknya, hakim yang bekerja tanpa visi akan menciptakan keresahan, kegelisahan dan ketidak-adilan  bagi masyarakat sehingga pada gilirannya akan berakibat publik tidak akan percaya (bad trust society) lagi dengan lembaga peradilan.
Bila lembaga peradilan yang tidak dipercaya lagi oleh masyarakat maka akan  timbul dampak negative yang lebih besar tidak hanya kepada institusi/lembaga tersebut akan tetapi meluas kepada bangsa dan Negara. Bangsa dan Negara akan menjadi baik dan besar bila proses penegakan hukum (law enforcement) berjalan dengan baik, sehingga melahirkan ketentraman, kebahagiaan, keadilan, dan  kepercayaan masyarakat kepada lembaga perdilan (good trust society), sebaliknya bangsa dan Negara akan menjadi hancur apabila proses penegakan hukum tidak berjalan dengan baik, hal mana sesuai dengan adagium the gavernent not by man but by law,. Dalam sejarah, Negara Amerika dan Rusia pernah mengalami masa suram dan hampir runtuh yang disebabkan karena proses penegakan hukum (law enfoccement) tidak berjalan dengan baik.
2.      Hakim yang kedua (kerja dengan visi minimalis).
Hakim yang bekerja dengan visi minimalis lebih baik dari pada hakim yang bekerja tanpa visi, sebab hakim yang bekerja dengan visi minimalis akan menghasilkan lembaran-lembaran putusan yang baik karena telah mempertimbangkan fakta dengan argumentasi yuridis yang jelas, hal mana sesuai dengan maksud dan kehendak Pasal 62 Undang-unddang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama Jo. Pasal 50 Undang-undang Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Namun demikian, putusan yang dihasilkan oleh hakim yang bekerja dengan visi minimalis kebenarannya masih bersifat normative belum sampai menjangkau nilai guna dan manfaat dari putusan tersebut sebagai akhir dari proses penegakan hukum (law enforcement) yang benar-benar didambakan dan diidamkan oleh masyarakat pencari keadilan.
 Putusan yang dihasilkan oleh hakim yang bekerja dengan visi minimalis akan menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan secara subyektif dan tidak bersifat totalitas, sebab tidak menutup kemungkinan bagi pihak yang kepentingannya terakomodir dalam putusan tersebut tentu akan merasa puas dan mengangap putusan tersebut benar dan adil. Akan tetapi, bagi pihak yang kepentingannya tidak terakomodir tentu merasa tidak puas dan menganggap putusan tersebut tidak adil. Dengan demikian, putusan yang dihasilkan oleh hakim yang bekerja dengan visi minimalis belum dapat menciptakan kondisi masyarakat yang tentram, bahagia dan damai secara totalitas sebagaimana yang diharapkan oleh salah satu tujuan hukum yaitu, the greatest happiness for the greatest numbers (memberi kebahagiaan sebesar besarnya kepada seluruh anggota masyarakat).
3.      Hakim yang ketiga (kerja dengan visi yang terukur dan totalitas).
Hakim yang bekerja dengan visi yang terukur dan totalitas lebih baik daripada hakim yang bekerja tanpa visi dan Hakim yang bekerja dengan visi minimalis, sebab hakim yang bekerja dengan visi yang jelas dan terukur serta totalitas akan menghasilkan lembaran-lembaran putusan yang baik yang sangat diharapkan oleh para pencari keadilan karena telah mempertimbangkan segala aspeknya, yaitu: aspek yuridis, moral dan social (legal justice, moral justice, dan social justice) sehingga masyarakat pencari keadilan merasakan guna dan manfaatnya dari putusan dimaksud (doelmatige heid). Karena Hakim yang ke-tiga ini bekerja dengan ruh bahwa dirinya merupakan bagian dari visi tersebut.
Putusan yang dapat dirasakan nilai guna dan manfaatnya oleh masyarakat pencari keadilan akan benar-benar dapat menciptakan suasana masyarakat yang tenteram, bahagia dan damai yang diharapkan oleh masyarakat sehingga pada giliranya akan menumbuhkan rasa  kepercayaan masyarakat kepada lembaga perdilan (good trust society), artinya Hakim ke-tiga tersebut mampu menjadi lentera di bumi sebagai perwakilan Tuhan lewat produk-produk Putusannya, sehingga pada akhirnya akan Mewujudkan lembaga peradilan yang agung (Court Exellen) sesuai dengan visi Mahkamah Agung RI.
( Trims Dr. Yasardin, SH. MH dan Sulhan, SH, MH tempat bertanya dan berdiskusi di Mess PTA Palembang )