Slideshow

Kegiatan

Pengadaan CPNS Mahkamah Agung Wilayah Sumsel

Kegiatan

Kegiatan PTA Palembang

Kegiatan PTA Palembangl

Kegiatan Pelantikan Hakim TInggi PTA Plg

Kegiatan PTA Palembang

Kegiatan Pelantikan PNS PTA Palembang

Kegiatan PTA Plg

Kegiatan PTWP

PROMOSI WAKIL KETUA PTA PLG MENJADI KETUA PTA SAMARINDA

KETUA MAHKAMAH AGUNG MELANTIK DR. H. BUNYAMIN ALAMSYAH, SH., M.HUM. MENJADI KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA SAMARINDA 
SELASA 28 FEBRUARI 2017




pta-palembang.net - Selasa 28 Februari 2017 Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang
DR. H. BUNYAMIN ALAMSYAH, SH., M.HUM. resmi di lantik oleh Ketua Mahkamah Agung RI menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Beliau mutasi  ke Pengadilan Tinggi Agama Palembang pada tangal 04 Maret 2016 dan menjadi Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Pada Tanggal 28 Februari 2017 tepat 11 bulan DR. H. BUNYAMIN ALAMSYAH, SH., M.HUM.berkiprah di Pengadilan Tinggi Agama Palembang, sesuai dengan  Hasil Rapat Pimpinan Mahkamah Agung RI  No. 0329/DJA/HM.00/1/2017 tanggal 24 Januari 2017   dan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI  Nomor 29/KMA/SK/II/2017 tanggal 1 Februari 2017 Tentang pengankatan Dr.H.Bunyamin Alamsyah, S.H, M.Hum sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda.



Dr.H.Bunyamin Alamsyah, S.H, M.Hum selama menjabat selain Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Koordinator hakim Pengawas Daerah, juga sebagai Koordinator Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI ) Palembang. Pria yang kelahiran 05 Mei tahun 1955 memiliki Karir yang di dunia pengadilan  Sbb


dan jenjang Pendidikan sampai dengan tingkat Doktor / Sarjana Strata III dimulai dengan Jenjeang Pendiikan sebagai berikut.

Dengan dilantiknya  DR. H. BUNYAMIN ALAMSYAH, SH., M.HUM pada tanggal 28 Februari 2017 menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama samarinda. Kami Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Agama Palembang mengucapkan selamat atas Promosinya dan semoga sukses bekerja ditempat yang baru,  dan terima kasih atas pengabdiannya di Pengadilan Tinggi Agama Palembang.


































HATTA ALI TERPILIH MENJADI KETUA MAHKAMAH AGUNG 2017-2020

HATTA ALI TERPILIH MENJADI KETUA MAHKAMAH AGUNG 2017-2020
JAKARTA-HUMAS, Kamis, 14 Februari 2017 Mahkamah Agung menyelenggarakan sidang paripurna khusus dengan agenda pemilihan Ketua MA. Hal ini terkait dengan masa jabatan Prof.Dr.M.Hatta Ali ,SH., MH yang akan berakhir pada 1 Maret 2017. “Untuk menghindari  kekosongan Ketua. Jadi kami mengatur sedemikian rupa”. Ungkap Prof.Dr.M.Hatta Ali ,SH., MH. Berdasarkan Surat Keputusan Ketua MA No 12/KMA/SK/I/2017 tentang Tata Tertib Pemilihan Ketua MA, maka Ketua MA dipilih dari dan oleh Hakim Agung. Pemilihan Ketua Agung dinyatakan sah apabila dihadiri paling sedikit 2/3 dari jumlah hakim agung.
https://www.mahkamahagung.go.id/cms/media/3598
Adapun tata cara pemilihan Ketua MA adalah, setiap Hakim Agung dapat memilih dan dipilih menjadi calon Ketua MA. Setiap Hakim Agung hanya dapat memilih 1 calon Ketua MA. Untuk dapat ditetapkan sebagai calon Ketua MA adalah yang terpilih dengan suara terbanyak urutan 1 dan 2.
Apabila ternyata berdasarkan hasil perhitungan suara calon Ketua MA sudah mendapatkan suara 50%+1, maka calon itu akan langsung ditetapkan sebagai Ketua MA. Dan jika calon itu tidak bersedia ditetapkan sebagai Ketua MA, maka calon Ketua MA posisi 2 dan 3 akan diminta kesediaannya untuk dicalonkan sebagai Ketua MA.
Apabila pada putaran pertama tidak memenuhi suara 50%+1 maka pemilihan akan dilanjutkan ke putaran kedua dan seterusnya. Namun, apabila putaran ketiga suaranya tetap sama maka akan diadakan putaran keempat yang akan dilaksanakan dalam waktu 1 x 24 jam.
Pemilihan berlangsung satu putaran. Prof.Dr.M.Hatta Ali ,SH., MH menang telak dengan meraih 38 suara. Disusul Dr. Andi Samsan Nganro,SH., MH dengan 7 suara, Dr. Suhadi, SH., MH 1 sauar, dan Mukti Arto, SH., MH meraih 1 suara. Dalam sambutannya usai terpilih, Prof.Dr.M.Hatta Ali ,SH., MH menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaanya untuk kembali menjadikammua Ketua MA untuk periode 2017-2022. “Saya akan meneruskan program yang telah berjalan demi mewujudkan misi Mahkamah Agung yakni mewujudkan Badan Peradilan yang Agung” (dok.ifah/foto.devi)